Umumnya
Kegagalan Terjadi Karena
- Merasa yakin sistem yang sudah terpasang cukup memadai, baik terhadap masalah waktu awal pengoperasian, jumlah air dan tekanan yang dibutuhkan, jika kebakaran terjadi.
- Merasa sistem yang sudah terpasang telah memenuhi standar Fire protection dan pasti dapat memadamkan api, untuk hazard apapun.
- Perusahaan yang memasang sebelumnya bukan spesialis Fire proteksi.
- Media pemadaman yang digunakan hanya air, sedangkan yang terbakar adalah flammable liquid, semacam solvent, thinner dll.
- Merasa yakin peralatan yang ada mudah digunakan padahal sulit.
Contoh Studi Kasus 1
Sistem pompa kebakaran tidak berfungsi dengan baik,head dan flow yang dihasilkan terlalu kecil.
Ini disebabkan oleh:
- Banyak udara yang terjebak terutama pipa suction (NPSH available lebih kecil dari NPSH required).
- Kecepatan airnya melebihi yang diizinkan.
- Kerikil masuk karena tidak ada strainer.
- Power yang dibutuhkan pompa dari diesel atau motor kurang.
- Penempatan pressure switch dan gauge tidak pada
tempatnya. - Dll
Contoh Studi Kasus 2
Flat fire hose 2 ½” tidak berfungsi dengan semestinya.
Ini disebabkan oleh:
- Memerlukan minimal 2 orang untukmenggunakan fltafire hose 2 ½” (apakah yakin saat terjadi kebakaran pasti ada minimal 2orang!).
- Nozzles yang digunakan tidak ada katuppengendali dan air yang keluar berbentukstream bukan spray.
- Penempatan valve tidak tepat (jarak antaraoutlet ke pelat terlalu dekat sehingga selangmengalami tekukan tajam saat digunakan).
- Dll
Seharusnya
Gunakan peralatan yang tepat, ringan dan dapat digunakan oleh siapapun, serta dioperasikan sendiri (satu orang)… Tanpa perlu latihan